Selamat Datang Di Blog Pribadi Jumawan Jasman

Slide

Rabu, 25 Juli 2012

Perbedaan 1 Ramadhan 1433 H

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1433 H
 
Menjelang bulan ramadhan sangat ramai dibicarakan, baik di stasiun televisi dan masyarakat  tentang jatuhnya1 Ramadhan 1433 H. Terlebih dahulu Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa 1 Ramadhan jatuh pada tanggal 20 Juli 2012 bertepatan dengan hari jumat, sedangkan pemerintah dan beberapa ormas - ormas Islam lain menetapkan pada tanggal 21 Juli 2012. Gejala ini membuat bingung masyarakat islam yang ada di Negara Indonesia. Dalam pemikiran penulis kok ada dua hari tanggal 1 dalam satu bulan.

Pembicaraan tentang 1 ramadhan menjadi isu nasional yang menjadi topik utama. Kondisi seperti ini memang tradisi di Negara ini setiap tahunnya. Kami sebagai rakyat biasa selalunya bertanya kapan kondisi ini bisa menyatu.

Menurut pemikiran penulis bahwa ada keanehan dalam rapat isbat (penentuan) yang digelar oleh Menteri Agama yaitu biasanya pada saat rapat ditentukan dulu agendanya kemudian dibahas setelah dibahas baru diputuskan sedangkan pada saat rapat isbat ditentukan dulu kemudian meminta pandangan dari berbagai ormas yang hadir. Dan itu hanya sebatas pandangan saja yang ujungnya tidak mempengaruhi keputusan tersebut. 

Keanehan yang lain yaitu orang - orang yang ditugaskan oleh pemerintah untuk melihat bulan di berbagai titik di seluruh Indonesia tidak ada satu orang pun yang berhasil melihatnya sedangkan ada orang dari ormas lain mampu melihat bulan. Dan orang melihat hilal itu dipertanyakan kebenaran dan yang memberi sumpah pun ikut harus diminta pertangungjawaban atas sumpah yang dia lakukan.

Setelah beberapa hari berlangsungnya ramadhan posisi bulan sudah lebih dari hasil keputusan isbat tersebut.

Hal lain menurut penulis bahwa kalau posisi hilal tidak bisa dilihat dengan bantuan teknologi pada posisi 0 - 2 derajat berarti harus menunggu sampai posisi hilal diatas 2 derajat untuk dapat dilihat.Sedangkan perbedaan waktu antara wib dan wita beda satu jam. Apabila rapat isbat dijakarta pukul 19.00 wib berarti pukul 20.00 Wita. Jadi apabila 1 Ramadhan jatuh pada malam hari itu kemungkinan besar bahwa orang - orang di bagian timur akan terlambat bahkan tidak sempat melaksanakan shalat tarawih pada malam itu.

Harapan penulis bahwa ini hanya perbedaan ketentuan atau syarat dalam penentuan 1 Ramadhan dimana Pemerintah mematok harus diatas 2 derajat baru bisa dikatakan masuk 1 Ramadhan sedangkan Muhammadiyah menentukan 1 Ramadhan dengan wujudul hilal dengan kata lain bahwa sudah ada hilal tapi memang tidak bisa dilihat menggunakan metode rukyat dan itu sudah masuk 1 Ramadhan. Jadi apabila kedua ketentuan itu tetap ada maka akan begini terus Negara Indonesia dalam penentuan 1 Ramadhan dan berlanjut di 1 Syawal setiap tahunnya. 

Tidak adakah jalan tengah harus ditempuh agar kedua bisa sejalan???
inilah bentuk harapan dari kami rakyat biasa yang selalu bigung setiap datang bulan ramadhan. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Wajib Meninggalkan Pesan